Kenalin, nama ku yusva, aku ASELI surabaya. meskipun aku pertama kali menghirup udara dunia ini di kota kembang, Bandung. sejak TK aku sudah tinggal di kota pahlawan.
Pendidikan sangat penting bagi keluarga aku. ayah ku yang seorang pegawai bumn komunikasi di indonesia, selalu mengingatkan aku betapa pentingnnya mengeyam bangku pendidikan. aku anak kedua dari dua bersaudara. abang ku setelah lulus dari SMAN 10 surabaya memilih melanjutkan pendidikan di kota samarinda, dan memilih teknik pertambangan. ya, itu cerita sedikit dari abang ku, ya memang aku akuin aku tidak secerdas abang ku, tapi perjalanan hidup ku, yang sudah diatur oleh tuhan, meskipun aku gak pintar-pintar amat, yaa.. aku gak bilang seru-seru banget juga.. hehee tapi, semua itu berarti. :)
Yap.. kembali ke pendidikan, sangking pentingnnya pendidikan bagi keluarga aku. aku sebagai anak terakhir dari keluarga keturunan medan campuran kalimantan ini melanjutkan pendidikan di kota yogyakarta. bukannya aku sombong gak mau masuk negeri, tapi emang nasib ku. dari TK sampai SMA aku bersekolah di sekolah swasta. cita-cita masuk universitas negeri, tapi ya apa mau dikata. kadang memang sesuatu hal yang kita inginkan, mungkin bukan yang terbaik buat kita... heheee, alhasil UII jadi univeristas swasta yang mau menerima ku, dan ternyata, dari sini perjalanan hidup ku yang sebenarnya dimulai..
Lulus dari SMA swasta yang cukup tersohor pada jaman ku membuat aku bingung akan masa depan ku. Terletak di pusat kota Surabaya, SMA TRIMURTI yang berada tepat disebelah kantor gubernur grahadi, membuat sekolah ini menjadi sekolah swasta yang di gandrungi banyak murid. image borju akan melekat ketika kamu sekolah disana. kenapa? karena banyak anak orang kaya yang mungkin dengan keterbatasan otak dan kelebihan uang sekolah di sekolah ini. efek nya? aku akhirnya sempat menjadi alay selama 2 tahun.
Di SMA aku menemukan seseorang yang spesial, dia keturunan madura jawa, tapi lahir di makkah.. iya makkah! kota suci jutaan umat muslim di seluruh dunia! tepatnya di arab bro... subhanallah kan? hehee.. namanya wafa', ya aku g nyangka juga, yang awal mula aku kira cuma cinta monyet. ternyata, dia yang dulunya tomboy dengan rambut pendek di iket mirip stick ding dong. lambat laun menjadi perempuan yang anggun. and I Love Her so much!
Pilihan ku untuk meneruskan kuliah di luar kota memaksa aku dan wafa menjalani hubungan jarak jauh. LDR! hal yang menurut aku biasa aja sebelum menjalaninnya. kenapa biasa aja? pikir ku hari gini, udah ada hp, internet, facebook dll. gak ada alasan lagi susah untuk komunikasi. tapi ternyata men, LDR itu cuma gak sekedar komunikasi. tapi gak ada orang yang kamu sayang dalam jangka waktu tertentu secara real, bukan dari layar hp atau laptop itu.. ternyata cukup susah.
Kurang lebih 4 tahun aku menjalani LDR dengan wafa. banyak cobaan yang kami lewati. aku juga gak tau kenapa ya, mungkin ini yang namanya jodoh. meskipun sering berantem, putus, tapi ujung-ujungnnya balik lagi. banyak teman-teman yang bilang "wuihhh hebat yaaa bisa awet..." Hebat, ya menurut aku dia yang hebat. begitu sabar nunggu aku, sabar dengan kelakuan aku, dan itu kenapa akhirnya aku pilih dia jadi calon ibu dari anak-anak aku :)
Masuk 2009, keluar 2013 bisa dibilang aku lulus tepat waktu dengan IPK yang cukup memuaskan. dengan berbekal doa dari orang tua, pacar, tetangga, orang tua pacar, dan pacar tetangga aku memutuskan untuk mencari kerja... ini dia, momok yang harus dihadapi kebanyakan sarjana. menjadi pengangguran!
sempat kurang lebih 6 bulan mencari kerja sempat membuat aku jenuh, hampir putus asa. aku bingung harus berbuat apa lagi untuk mendapatkan pekerjaan. lamar sana sini, tes sana sini, interview sana sini tidak membuahkan hasil.
Sejak aku lulus SMA sebenarnya aku punya cita-cita, jadi seorang marketing retail diperusahaan besar seperti Unilever, P&G, dan Indofood . Sudah mantap dengan tujuan ku, aku mulai mencoba fokus mencari pekerjaan sesuai dengan keinginan ku.
Benar memang, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik buat kita. Tuhan pasti punya rencana lain. Sempat kerja sebagai marketing representative kebutuhan kedokteran di perusahaan tante dari salah seorang sahabat lama selama 6 bulan, marketing executive di perusahaan Future selama 2 bulan. Dari kedua pekerjaan tersebut, sebenarnya pekerjaan ku sama, sebagai seorang penjual produk yang dimiliki perusahaan, seorang sales. Cuma namanya berbeda-beda, ya mungkin memang sebagian orang masih menganggap sales sebagai pekerjaan yang rendah, makanya namanya di beberapa perusahaan diganti seperti demikian.
Aku juga sempat bekerja di dunia pertelevisian, dunia yang sama sekali tidak aku duga. Stasiun TV baru yang perkembangannya sangat pesat menurut ku. Di nahkodai oleh si jenus TV pak Wisnu Tama. NET TV langsung menyita ribuan mata masyarakat Indonesia. Bekerja sebagai seorang video jurnalis ternyata sangat banyak menyita waktu dan tenaga. Seolah menghapus bayanganku tentang orang yang bekerja di dunia pertelevisian, glamour, keren, gaul, seru. Semua itu tidak ada artinya bagiku kalau tidak bisa meluangkan waktu bersama keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar